Adaptasi Sekolah terhadap Perubahan Kebijakan Kurikulum Menurut Teori Fungsionalisme Struktural
DOI:
https://doi.org/10.61104/qw.v2i1.1127Keywords:
Adaptasi Sekolah, Perubahan Kurikulum, Fungsionalisme Struktural, Pendidikan, MA Swasta Islam Zainatul Ulum.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme adaptasi sekolah terhadap perubahan kebijakan kurikulum berdasarkan perspektif Teori Fungsionalisme Struktural. Penelitian dilakukan di MA Swasta Islam Zainatul Ulum yang berlokasi di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah melakukan berbagai bentuk adaptasi terhadap perubahan kebijakan kurikulum, meliputi penyesuaian struktur dan materi pembelajaran, mempertahankan metode pembelajaran yang dianggap efektif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, integrasi sistem pendidikan formal dan Dayah, serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas teknologi dan kemampuan penggunaan teknologi oleh sebagian guru, proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Keberhasilan adaptasi terlihat dari prestasi akademik siswa dan keberhasilan lulusan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi. Dalam perspektif Teori Fungsionalisme Struktural, seluruh unsur sekolah, seperti kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat, menjalankan fungsi masing-masing secara terpadu sehingga mampu menjaga stabilitas sistem pendidikan di tengah perubahan kebijakan kurikulum. Dengan demikian, adaptasi yang dilakukan sekolah berperan penting dalam mempertahankan keberlangsungan fungsi pendidikan dan pencapaian tujuan pembelajaran.
References
rikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Damsar. (2011). Pengantar sosiologi pendidikan. Jakarta: Kencana.
Durkheim, E. (1990). Pendidikan moral. Jakarta: Erlangga.
Emzir. (2014). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data. Jakarta: Rajawali
Pers.
Hamalik, O. (2017). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum merdeka: Panduan implementasi
kurikulum pada satuan pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kunandar. (2014). Penilaian autentik (penilaian hasil belajar peserta didik
berdasarkan kurikulum). Jakarta: Rajawali Pers.
Lexy J. Moleong. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Nasution, S. (2012). Kurikulum dan pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Parsons, T. (1951). The social system. New York: Free Press.
Ritzer, G. (2012). Sociological theory. New York: McGraw-Hill.
Sanjaya, W. (2016). Kurikulum dan pembelajaran: Teori dan praktik
pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Jakarta: Kencana.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Suparlan. (2010). Kurikulum dan pembelajaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sukmadinata, N. S. (2017). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Wina Sanjaya. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses
pendidikan. Jakarta: Kencana.
Wuradji. (1988). Sosiologi pendidikan: Sebuah pendekatan sosio-antropologi.
Yogyakarta: IKIP Yogyakarta.
Zainal, A. (2018). Manajemen pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.
Zamroni. (2013). Pendidikan demokrasi pada masyarakat multikultural.
Yogyakarta: Gavin Kalam Utama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Inkan Safitri, Warisa ir, Jumaini, Miftahul khoiriyah, Sopar Sinambela, Tri Quari Handayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






